KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan dedikasi dan keunggulan dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Pada kesempatan kali ini, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil meraih prestasi luar biasa di ajang Kompetisi Inovasi dan Entrepreneurship Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada tanggal 28-30 Maret 2026 lalu.
Prestasi membanggakan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berinovasi di tingkat nasional. Ketiga mahasiswa yang meraih prestasi tersebut adalah Raditya Akbar Pratama (Juara II Kategori Inovasi Teknologi), Siti Nurahma (Juara III Kategori Produk Ramah Lingkungan), dan Muhammad Faisal Taufiq (Peserta Terbaik Kategori Business Plan). Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan potensi mahasiswa melalui pendidikan berkualitas dan pembimbingan yang intensif.
Latar Belakang Prestasi
Kompetisi Inovasi dan Entrepreneurship Nasional 2026 merupakan salah satu ajang bergengsi yang menampilkan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Kompetisi ini menghadirkan peserta dari lebih dari 150 perguruan tinggi dengan total 387 tim yang bersaing dalam berbagai kategori, mulai dari inovasi teknologi, produk ramah lingkungan, hingga business plan yang inovatif.
Raditya Akbar Pratama, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Semester VII, berhasil meraih Juara II Kategori Inovasi Teknologi dengan inovasi berupa aplikasi manajemen sampah terintegrasi bernama “TrashTrack”. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengelola sampah secara lebih efisien melalui sistem tracking dan analisis data berbasis artificial intelligence (AI).
Sementara itu, Siti Nurahma, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Semester V, meraih Juara III Kategori Produk Ramah Lingkungan atas inovasi produk biodegradable packaging dari limbah kulit udang. Produk inovatif ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani udang dan pengusaha skala kecil di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.
Kemudian, Muhammad Faisal Taufiq, mahasiswa Program Studi Manajemen Semester VI, masuk dalam kategori Peserta Terbaik Business Plan untuk konsep bisnis platform ekonomi digital yang berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal Sulawesi Tenggara dengan nama “Sultra Digital Hub”.
Perjalanan Menuju Prestasi
Perjalanan ketiga mahasiswa ini bukan semata-mata hasil keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan bimbingan intensif dari pihak kampus. Ketiga mahasiswa tersebut telah melalui proses seleksi internal yang ketat di Universitas Muhammadiyah Kendari sejak bulan Desember 2025. Mereka didampingi oleh mentor dan dosen pembimbing yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.
Raditya Akbar Pratama mengungkapkan bahwa perjalanannya dalam mengembangkan aplikasi TrashTrack dimulai dari pengamatan mendalam terhadap permasalahan pengelolaan sampah di Kendari. “Saya melihat banyak sampah yang tidak tertata dengan baik di berbagai tempat umum. Dari sini, saya tertarik untuk menciptakan solusi teknologi yang bisa membantu pemerintah dan masyarakat mengelola sampah secara lebih terstruktur dan efisien,” ujar Raditya dalam sesi wawancara pascakompetisi.
Siti Nurahma pun memiliki cerita inspiratif yang serupa. Berasal dari keluarga petani udang, dia melihat langsung tantangan yang dihadapi orang tuanya dalam mengelola limbah produksi. “Limbah kulit udang biasanya hanya dibuang begitu saja atau digunakan sebagai pakan ternak berkualitas rendah. Saya ingin mengubah persepsi tersebut dengan mengubah limbah menjadi produk packaging yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan,” jelas Siti dengan antusiasme.
Dukungan Institusional Universitas Muhammadiyah Kendari
Kesuksesan ketiga mahasiswa ini tidak lepas dari dukungan penuh dari institusi Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Sarana dan Prasarana yang menyediakan fasilitas laboratorium, workshop, dan ruang kerja yang memadai untuk mendukung pengembangan inovasi mahasiswa.
Kepala Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa Unismuh Kendari ini. “Prestasi yang diraih oleh ketiga mahasiswa kami ini membuktikan bahwa fasilitas dan infrastruktur yang telah kami sediakan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong inovasi dan kreativitas. Unit Sarana dan Prasarana kami telah menyiapkan berbagai ruang kerja, laboratorium komputer, workshop mesin, dan ruang diskusi yang dapat diakses oleh mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka,” ungkap Dr. Bambang.
Lebih lanjut, Dr. Bambang menambahkan bahwa investasi dalam infrastruktur pendidikan merupakan prioritas utama Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendukung visi menjadi universitas unggul yang menghasilkan lulusan berkualitas dan inovatif. “Kami terus melakukan peningkatan dan pemeliharaan fasilitas agar dapat mendukung proses pembelajaran dan penelitian mahasiswa. Prestasi seperti ini adalah hasil dari komitmen bersama antara mahasiswa, dosen, dan pihak administrasi kampus,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muhammad Harun, Ph.D., juga memberikan pernyataan yang menekankan pentingnya prestasi mahasiswa dalam meningkatkan reputasi kampus. “Kami bangga dengan pencapaian yang diraih oleh ketiga mahasiswa ini. Mereka telah membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi innovators dan problem solvers yang dapat berkontribusi pada pembangunan nasional. Prestasi ini akan memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengejar keunggulan,” ujar Prof. Harun dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kantor rektorat pada tanggal 2 April 2026.
Dampak Positif bagi Kampus dan Industri
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi perkembangan akademik kampus tetapi juga bagi pengembangan industri lokal dan nasional.
Pertama, dari segi akademik, prestasi ini meningkatkan visibilitas dan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional. Dengan nama kampus yang semakin dikenal, diharapkan dapat menarik calon mahasiswa berkualitas tinggi untuk mendaftar ke universitas ini. Kedua, prestasi ini menunjukkan efektivitas program-program akademik yang ada di Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dalam program studi Teknik Informatika, Teknik Lingkungan, dan Manajemen.
Ketiga, dari segi industri, inovasi-inovasi yang dihasilkan mahasiswa Unismuh Kendari ini memiliki potensi komersial yang sangat besar. Aplikasi TrashTrack milik Raditya telah menarik minat dari beberapa pemerintah daerah untuk diimplementasikan di kota mereka. Sementara itu, produk biodegradable packaging milik Siti telah mendapat perhatian dari beberapa perusahaan packaging nasional yang tertarik untuk berkolaborasi dalam pengembangan dan produksi massal.
Kepada Muhammad Faisal Taufiq, konsep Sultra Digital Hub-nya telah menarik minat dari beberapa investor lokal dan nasional yang ingin menjadi bagian dari ekosistem startup yang sedang berkembang.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun telah meraih prestasi yang gemilang, ketiga mahasiswa ini masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan inovasi mereka ke tahap komersial dan implementasi skala besar. Raditya mengakui bahwa tantangan terbesar adalah mendapatkan funding yang cukup untuk mengembangkan aplikasi TrashTrack agar dapat diakses oleh publik lebih luas. “Aplikasi ini masih dalam fase prototype. Untuk bisa meluncur secara resmi dan menjangkau seluruh Indonesia, kami membutuhkan investasi yang tidak kecil,” kata Raditya.
Siti pun menghadapi tantangan serupa dalam hal skalabilitas produksi biodegradable packaging-nya. “Saat ini, kami baru bisa memproduksi dalam skala terbatas. Untuk bisa memenuhi demand pasar yang lebih besar, kami perlu mengembangkan fasilitas produksi dan mendapatkan sertifikasi internasional,” ungkap Siti.
Namun, optimisme tetap terjaga karena ketiga mahasiswa ini telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus mengembangkan ide-ide mereka. Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah menunjukkan dukungan dengan menyediakan akses ke berbagai resources dan mentorship yang diperlukan.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh Raditya Akbar Pratama, Siti Nurahma, dan Muhammad Faisal Taufiq menandai babak baru dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi innovators dan agents of change. Pencapaian ini adalah hasil dari sinergi yang baik antara komitmen mahasiswa, dedikasi dosen pembimbing, dan dukungan infrastruktur dari pihak universitas, khususnya Unit Sarana dan Prasarana.
Ke depannya, diharapkan prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus meningkat dan semakin banyak inovasi-inovasi yang lahir dari kampus ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan industri nasional. Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem inovasi yang kondusif sehingga mahasiswa dapat mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia.
(Penulis: Tim Humas Universitas Muhammadiyah Kendari)