KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari, bekerja sama dengan Unit Sarana dan Prasarana kampus, secara resmi meluncurkan program komprehensif bertajuk “Kampus Hijau” pada Jumat, 04 April 2026. Inisiatif yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan universitas ini bertujuan untuk merevitalisasi, memelihara, dan mengembangkan sarana dan prasarana kampus melalui pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Peluncuran program tersebut digelar di Lapangan Olahraga Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dengan dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, staf akademik, dan pejabat universitas. Acara berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai aktivitas interaktif, workshop lingkungan, dan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh organisasi mahasiswa yang tergabung dalam struktur kemahasiswaan kampus.
### Latar Belakang dan Urgensi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah mengalami peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan selama lima tahun terakhir. Peningkatan populasi ini berdampak langsung pada intensitas penggunaan sarana dan prasarana kampus, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas umum seperti kantin, toilet, dan area parkir.
Berdasarkan audit internal yang dilakukan oleh Unit Sarana dan Prasarana pada triwulan pertama 2026, ditemukan bahwa beberapa infrastruktur kampus mengalami kerusakan dan penurunan kualitas. Selain itu, kesadaran mahasiswa terhadap pemeliharaan dan pelestarian lingkungan kampus masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
Merespons kondisi tersebut, BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui kepemimpinan Presiden BEM Angkatan 2025-2026, mengambil inisiatif untuk mengajak seluruh organisasi mahasiswa menjadi agen perubahan dalam menciptakan kampus yang lebih nyaman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Kami menyadari bahwa kampus adalah rumah kedua bagi seluruh mahasiswa. Oleh karena itu, menjaga dan mengembangkan sarana prasarana kampus adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh dibebankan hanya kepada pihak manajemen universitas,” ujar Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Muhammad Iqbal Pratama, 23 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Semester 6, dalam sambutan pembuka acara peluncuran pada pukul 08.00 WITA.
### Komponen dan Mekanisme Program “Kampus Hijau”
Program “Kampus Hijau” dirancang dalam lima pilar utama yang saling terintegrasi untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi ekosistem kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pertama, Pilar Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan. Dalam pilar ini, mahasiswa akan melakukan penanaman pohon dan tumbuhan hias di seluruh area kampus yang masih memiliki lahan kosong. Target yang ditetapkan adalah penanaman 500 pohon dalam periode enam bulan pertama program. Selain itu, akan dibentuk tim khusus yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan tanaman dan penciptaan area taman interaktif di berbagai sudut kampus.
“Kami akan mengutamakan penggunaan tanaman lokal yang sesuai dengan iklim Kendari. Ini penting untuk memastikan keberlangsungan program dan efisiensi biaya pemeliharaan,” jelas Ketua Divisi Lingkungan BEM, Siti Nurhaliza, 22 tahun, mahasiswa Manajemen Angkatan 2023, ketika dikontak untuk memberikan penjelasan detail tentang rencana penghijauan.
Kedua, Pilar Perawatan dan Pemeliharaan Infrastruktur. Pilar ini melibatkan koordinasi langsung dengan Unit Sarana dan Prasarana untuk mengidentifikasi fasilitas yang memerlukan perbaikan. Program ini mencakup pembentukan tim “Brigadir Kampus” yang akan melakukan ronda rutin untuk memonitor kondisi bangunan, fasilitas umum, dan area pembelajaran. Setiap identifikasi kerusakan akan segera dilaporkan kepada unit terkait untuk ditindaklanjuti.
Ketiga, Pilar Edukasi dan Kesadaran Lingkungan. Melalui pilar ini, BEM akan mengadakan serangkaian kegiatan edukatif mulai dari workshop pengelolaan sampah, seminar tentang pentingnya sustainability, hingga kampanye kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus. Kegiatan-kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan setiap dua minggu sekali dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Keempat, Pilar Inovasi Teknologi Hijau. Organisasi mahasiswa akan berkolaborasi dengan Program Studi Teknik dan Manajemen untuk mengembangkan solusi inovatif terkait efisiensi energi, pengurangan limbah, dan pengelolaan air. Beberapa ide awal yang telah dikumpulkan mencakup pembuatan sistem pengolahan air limbah sederhana, panel surya portable untuk penggunaan energi terbarukan, dan sistem pemberian makan otomatis untuk tanaman di area penelitian.
Kelima, Pilar Kemitraan dan Kolaborasi Multistakeholder. Pilar terakhir ini menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, staf, hingga pihak eksternal seperti komunitas lingkungan lokal dan pemerintah kota Kendari. Program ini akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar kampus.
### Pernyataan Pejabat Kampus dan Dukungan Institusional
Dr. Hendra Wijaya, M.Eng., Kepala Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan antusiasme institusi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Dalam pernyataan resminya saat acara peluncuran, beliau menekankan komitmen universitas untuk mendukung sepenuhnya setiap kegiatan yang termuat dalam program “Kampus Hijau”.
“Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, kami sangat apresiasi terhadap gerakan mahasiswa ini. Unit Sarana dan Prasarana siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi alokasi anggaran, peralatan kerja, maupun bimbingan teknis. Kami percaya bahwa dengan melibatkan mahasiswa dalam pemeliharaan kampus, mereka akan lebih memiliki sense of belonging terhadap institusi,” kata Dr. Hendra Wijaya dalam wawancara eksklusif setelah acara peluncuran.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Ir. Ahmad Syaiful Rohman, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, juga memberikan dukungan moral yang kuat. Melalui pesan video yang ditampilkan saat acara, Rektor menyampaikan bahwa program “Kampus Hijau” sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan berkualitas yang peduli terhadap lingkungan.
“Saya bangga melihat mahasiswa kami menunjukkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Program ini bukan hanya tentang memperbaiki kampus, tetapi juga tentang membentuk karakter mahasiswa kami menjadi individu yang peduli pada lingkungan dan keberlanjutan. Saya mendorong semua organisasi mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dan menjadikan ‘Kampus Hijau’ sebagai gerakan berkelanjutan,” ucap Prof. Ahmad Syaiful Rohman dalam pesan videonya.
### Libatnya Organisasi Mahasiswa Lainnya
Kesuksesan program “Kampus Hijau” sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Berbagai organisasi kemahasiswaan telah menyatakan komitmen mereka untuk terlibat dalam program ini dengan membawa peran dan kontribusi unik sesuai dengan fokus organisasi masing-masing.
Ikatan Himpunan Mahasiswa Islam (IMHM), organisasi keagamaan terbesar di kampus, akan mengambil peran khusus dalam pilar edukasi dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam tentang pengelolaan lingkungan. “Dalam Islam, menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Kami akan mengajak seluruh anggota IMHM untuk memahami bahwa kelestarian lingkungan adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi,” ujar Ketua IMHM, Maulana Yusuf, 21 tahun, mahasiswa Teknik Informatika.
Organisasi mahasiswa dari berbagai fakultas juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT) akan fokus pada pilar inovasi teknologi hijau dengan mengembangkan prototype alat-alat ramah lingkungan. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Pendidikan (HMP) berkomitmen untuk membuat modul edukasi lingkungan yang akan disosialisasikan kepada siswa-siswi sekolah di sekitar kampus.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan relevansi pendidikan yang kami terima dengan isu-isu aktual. Saat kami mengajar tentang lingkungan, kami juga akan melakukan praktik nyata di kampus sendiri,” ungkap Ketua HMP, Nur Aida Safitri, 22 tahun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.
### Dampak dan Manfaat yang Diharapkan
Program “Kampus Hijau” diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang multidimensional bagi seluruh ekosistem kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam aspek fisik dan lingkungan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur kampus, mengurangi polusi, meningkatkan kualitas udara melalui penghijauan, dan menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi semua civitas akademika. Dengan adanya 500 pohon yang ditanam, kampus akan memiliki area peneduh yang lebih banyak dan meningkatkan estetika secara keseluruhan.
Dalam aspek sosial dan karakter, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, meningkatkan sense of ownership terhadap kampus, dan mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kolaborasi, dan problem-solving. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan memiliki pengalaman praktis yang berharga dan dapat membawa nilai-nilai keberlanjutan ini ke komunitas mereka masing-masing setelah lulus.
Dalam aspek akademik, kolaborasi dengan berbagai program studi akan menciptakan kesempatan untuk pembelajaran experiential yang mendalam. Mahasiswa akan belajar tidak hanya dari teori di ruang kelas, tetapi juga dari praktik langsung di lapangan.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh universitas-universitas lain di Sulawesi Tenggara, sehingga menciptakan gerakan lingkungan yang lebih luas di lingkungan pendidikan tinggi.
### Rencana Aksi dan Timeline Implementasi
BEM telah menyusun rencana aksi yang terstruktur dengan timeline yang jelas untuk memastikan keberhasilan program. Fase pertama, yang akan berlangsung dari April hingga September 2026, akan fokus pada sosialisasi masif, pembentukan tim-tim kerja, dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan awal seperti penanaman pohon dan pembentukan brigade kampus.
Fase kedua, dari Oktober 2026 hingga Maret 2027, akan fokus pada konsolidasi, evaluasi, dan peningkatan intensitas kegiatan berdasarkan pembelajaran dari fase pertama. Pada fase ini, diharapkan seluruh elemen program sudah berjalan dengan optimal dan menunjukkan hasil yang terukur.
Fase ketiga, mulai April 2027 ke depan, akan menjadi fase sustain dan pengembangan, di mana program “Kampus Hijau” diintegrasikan sebagai bagian permanen dari budaya kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
### Penutup
Peluncuran program “Kampus Hijau” oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 04 April 2026 menandai babak baru dalam komitmen mahasiswa terhadap kelestarian dan pembangunan berkelanjutan. Program ini tidak sekadar tentang perbaikan infrastruktur fisik, melainkan tentang pembentukan generasi pemimpin yang peduli pada lingkungan dan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari unit sarana dan prasarana, pimpinan universitas, dan partisipasi aktif seluruh organisasi mahasiswa, program “Kampus Hijau” memiliki potensi besar untuk mengubah wajah kampus menjadi ekosistem yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inspiratif bagi seluruh civitas akademika.
Sebagaimana dinyatakan oleh Presiden BEM Muhammad Iqbal Pratama pada akhir acara, “Program ‘Kampus Hijau’ adalah manifestasi dari tanggung jawab sosial kami sebagai mahasiswa. Kami tidak hanya belajar di kampus ini, tetapi juga berkomitmen untuk meninggalkan kampus ini dalam kondisi yang lebih baik dari saat kami masuk. Semoga inisiatif ini menjadi pemicu perubahan positif yang berkelanjutan.”
Dengan optimisme dan dedikasi yang tinggi, komunitas Universitas Muhammadiyah Kendari siap menulis sejarah baru dalam upaya mewujudkan kampus yang lebih hijau, berkelanjutan, dan sejahtera bagi generasi mahasiswa mendatang.
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 04 April 2026