KENDARI — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari meluncurkan serangkaian program revitalisasi fasilitas kampus yang komprehensif. Inisiatif strategis ini dihadirkan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah mahasiswa dan tuntutan akan infrastruktur akademik yang modern dan mendukung.
Melansir dari pengumuman resmi rektorat yang disampaikan pada Senin, 31 Maret 2026, program revitalisasi ini mencakup renovasi ruang kuliah, pembaruan laboratorium, peningkatan sistem utilitas, dan pengembangan area belajar bersama. Keseluruhan proyek ini diperkirakan akan selesai dalam tiga tahap yang akan berjalan hingga akhir tahun akademik 2025/2026.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah mengalami pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data dari Bagian Akademik menunjukkan peningkatan jumlah mahasiswa dari 3.847 orang pada tahun 2021 menjadi 5.923 orang pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kampus.
“Pertumbuhan akademik yang positif ini tentu saja membawa tanggung jawab besar bagi kami untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan fasilitas terbaik dalam menjalani proses pembelajaran mereka,” ungkap Dr. H. Ridwan Saleh, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Utama kampus.
Sebelum program revitalisasi ini diluncurkan, Unit Sarana dan Prasarana telah melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi fasilitas akademik. Audit yang berlangsung selama tiga bulan tersebut menemukan beberapa isu kritis yang perlu segera ditangani, mulai dari kerusakan pada sistem listrik di beberapa gedung kuliah, ventilasi yang kurang optimal di laboratorium, hingga fasilitas toilet yang memerlukan perbaikan.
Komponen Utama Program Revitalisasi
Program revitalisasi yang dirancang oleh Unit Sarana dan Prasarana dibagi menjadi beberapa komponen strategis. Pertama adalah renovasi ruang kuliah yang meliputi perbaikan struktur bangunan, pengecatan ulang, perbaikan sistem pencahayaan LED berteknologi hemat energi, dan peningkatan sistem pendingin udara. Fase pertama mencakup lima gedung kuliah utama yang tersebar di kampus.
“Kami memprioritaskan ruang kuliah karena ini adalah jantung dari kegiatan akademik kami. Mahasiswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka di sini, jadi penting bagi kami untuk memastikan kualitas dan kenyamanan lingkungan belajar,” jelas Ir. Bambang Sutrisno, Kepala Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari.
Komponen kedua adalah modernisasi laboratorium yang melibatkan pembaruan peralatan laboratorium di Fakultas Teknik, Fakultas Sains, dan Fakultas Kesehatan. Investasi khusus diberikan untuk laboratorium Teknik Informatika yang akan dilengkapi dengan server dan perangkat keras terbaru untuk mendukung pembelajaran pemrograman dan data science.
Komponen ketiga adalah pengembangan area belajar bersama atau learning commons. Fasilitas ini akan menyediakan ruang yang fleksibel dan terbuka bagi mahasiswa untuk belajar secara kolaboratif, berdiskusi, dan melakukan penelitian. Lokasi utama learning commons akan berada di lantai dua Gedung Perpustakaan dengan luas sekitar 800 meter persegi.
“Learning commons ini akan menjadi ruang yang memfasilitasi pembelajaran abad ke-21, di mana mahasiswa bisa belajar dengan cara yang lebih interaktif dan kolaboratif,” tambah Ir. Bambang Sutrisno dengan antusiasme.
Komponen keempat meliputi peningkatan infrastruktur utilitas seperti sistem distribusi air bersih, sistem limbah, dan instalasi jaringan kabel fiber optik untuk meningkatkan kecepatan internet di seluruh kampus. Pada tahap ini, Unit Sarana dan Prasarana juga akan memasang panel surya di atap beberapa gedung sebagai bagian dari komitmen universitas terhadap keberlanjutan lingkungan.
Jadwal dan Anggaran Pelaksanaan
Menurut timeline yang disusun, tahap pertama program revitalisasi akan berjalan dari April hingga Juni 2026 dengan fokus pada renovasi ruang kuliah dan perbaikan sistem utilitas dasar. Tahap kedua akan berlangsung dari Juli hingga September 2026 dengan prioritas modernisasi laboratorium dan implementasi sistem jaringan. Tahap ketiga, yang dijadwalkan dari Oktober hingga Desember 2026, akan menyelesaikan pengembangan learning commons dan instalasi panel surya.
Total anggaran yang dialokasikan untuk seluruh program revitalisasi mencapai Rp 8.7 miliar, yang bersumber dari dana operasional universitas dan dukungan dari para donatur serta stakeholder eksternal.
“Investasi sebesar ini adalah bukti komitmen kami terhadap peningkatan mutu akademik. Kami percaya bahwa dengan fasilitas yang baik, pembelajaran akan lebih efektif dan mahasiswa akan merasa lebih nyaman dalam mengembangkan potensi mereka,” ujar Dr. H. Ridwan Saleh.
Untuk memastikan kelancaran proyek, universitas telah membentuk tim manajemen proyek yang terdiri dari perwakilan dari berbagai unit, termasuk Unit Sarana dan Prasarana, Bagian Keuangan, Bagian Akademik, dan Satuan Pengamanan Kampus. Tim ini akan melakukan koordinasi mingguan dan pelaporan berkala kepada rektorat.
Partisipasi Stakeholder dan Dampak Akademik
Universitas Muhammadiyah Kendari juga melibatkan mahasiswa dalam proses perencanaan program revitalisasi. Melalui serangkaian focus group discussion yang diselenggarakan di empat fakultas utama, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi mereka terkait fasilitas kampus.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak universitas yang melibatkan suara mahasiswa dalam proses perencanaan ini. Banyak usulan mahasiswa yang akhirnya diinkorporasikan dalam desain final, seperti penambahan colokan listrik di ruang kuliah dan penyediaan wireless charging station di learning commons,” kata Siti Nurhaliza, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari.
Diharapkan bahwa program revitalisasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan pengalaman akademik mahasiswa. Dengan fasilitas yang lebih baik, dosen akan lebih mudah mengimplementasikan metode pembelajaran inovatif yang melibatkan teknologi. Demikian pula, mahasiswa akan memiliki lingkungan yang mendukung untuk belajar secara mandiri dan berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka.
Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas kampus diharapkan juga dapat meningkatkan daya saing Universitas Muhammadiyah Kendari dalam hal akreditasi program studi dan ranking universitas nasional maupun internasional.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meskipun program revitalisasi ini ambisius, Ir. Bambang Sutrisno mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang harus diatasi dalam pelaksanaannya. Tantangan utama termasuk ketergantungan pada kontraktor eksternal, fluktuasi harga material bangunan, dan koordinasi dengan aktivitas akademik yang sedang berlangsung agar tidak mengganggu proses pembelajaran.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan proyek ini dengan tetap meminimalkan gangguan terhadap kegiatan akademik. Oleh karena itu, sebagian besar pekerjaan akan dilakukan pada waktu-waktu yang tidak mengganggu jadwal kuliah, terutama pada sore hari, malam hari, dan akhir pekan,” jelas Ir. Bambang Sutrisno.
Unit Sarana dan Prasarana juga akan melakukan komunikasi rutin dengan civitas akademika untuk memberikan informasi tentang progres proyek dan meminimalkan ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama masa konstruksi.
Visi Jangka Panjang
Lebih lanjut, Ir. Bambang Sutrisno menjelaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang universitas untuk mengembangkan kampus menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya berkualitas secara akademik tetapi juga dalam hal infrastruktur dan lingkungan.
“Jangka panjang, kami merencanakan untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan fasilitas secara berkelanjutan. Teknologi pembelajaran terus berkembang, dan kami harus selalu update untuk memastikan bahwa universitas kami tetap relevan dan kompetitif,” ujarnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga membuka peluang bagi alumni dan donatur untuk turut berkontribusi dalam program revitalisasi ini melalui berbagai skema donasi yang telah disusun oleh bagian pengembangan dan hubungan masyarakat universitas.
Penutup
Program revitalisasi fasilitas akademik yang diluncurkan oleh Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari pada 1 April 2026 ini menandai komitmen serius institusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman akademik mahasiswa. Dengan investasi yang signifikan, perencanaan yang matang, dan keterlibatan aktif dari berbagai stakeholder, program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi perkembangan akademik universitas.
Seiring dengan terus berkembangnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, langkah-langkah proaktif seperti ini menjadi semakin penting. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui inisiatif ini, menunjukkan dedikasi nyata dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung kesuksesan setiap mahasiswanya untuk menjadi lulusan yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Keberhasilan program revitalisasi ini akan menjadi bukti nyata bahwa universitas memiliki kesungguhan dalam mewujudkan visinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan bermakna bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus
Sumber: Kantor Rektorat dan Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari