Dosen dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Inovasi Sistem Manajemen Sarana Prasarana Berbasis Teknologi AI

Universitas Muhammadiyah Kendari Kembangkan Solusi Teknologi untuk Efisiensi Operasional Kampus

Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmen seriusnya terhadap inovasi dan pengembangan teknologi dengan meluncurkan hasil penelitian kolaboratif yang menggabungkan keahlian dosen dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem manajemen sarana dan prasarana kampus berbasis Artificial Intelligence (AI) yang inovatif dan berkelanjutan. Peluncuran resmi produk penelitian ini dilakukan pada Jumat, 18 April 2026, di Gedung Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari.

Penelitian yang berlangsung selama delapan bulan ini melibatkan Tim Riset Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari bekerja sama dengan Unit Sarana dan Prasarana sebagai mitra implementasi. Sistem yang diberi nama “SIPRAS-AI” (Sistem Informasi Pengelolaan Ruang dan Aset Sarana berbasis Artificial Intelligence) dirancang untuk mengatasi tantangan pengelolaan infrastruktur kampus yang selama ini masih bersifat konvensional dan memakan waktu.

Kepala Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Bambang Sutrisno, M.T., mengungkapkan bahwa penelitian ini lahir dari permasalahan nyata yang dihadapi dalam operasional harian. “Kami memiliki lebih dari 50 ruangan di kampus ini dengan berbagai fungsi dan kebutuhan pemeliharaan yang berbeda-beda. Sebelumnya, semua pengelolaan dilakukan secara manual dengan mencatat di buku dan spreadsheet sederhana. Hal ini sering menimbulkan kendala koordinasi, terutama dalam penjadwalan perawatan, alokasi ruang, dan inventarisasi barang,” kata Bambang dalam kesempatan peluncuran produk penelitian.

Latar Belakang Penelitian dan Motivasi Inovasi

Penelitian SIPRAS-AI dimulai dari sebuah pengamatan mendalam terhadap proses pengelolaan sarana prasarana di Universitas Muhammadiyah Kendari. Universitas yang terletak di jantung kota Kendari ini memiliki kompleksitas operasional yang cukup tinggi dengan kebutuhan akan efisiensi yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah mahasiswa dan kegiatan akademik.

Dr. Hendra Wijaya, S.Kom., M.Kom., selaku Ketua Tim Riset dan Dosen Program Studi Teknik Informatika, menjelaskan konsep awal penelitian ini. “Kami memulai dengan menganalisis pain point dari sistem lama. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata waktu respons untuk perbaikan fasilitas mencapai 48 jam, padahal beberapa kerusakan memerlukan penanganan segera. Selain itu, duplikasi data inventarisasi sering terjadi karena tidak ada sistem terpadu yang real-time,” ujarnya saat wawancara di Laboratorium Teknik Informatika, Senin (15 April 2026).

Motivasi pengembangan SIPRAS-AI juga didorong oleh visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang mengedepankan transformasi digital dan praktek-praktek berkelanjutan. Penelitian ini selaras dengan Rencana Strategis Universitas Muhammadiyah Kendari 2024-2029 yang menempatkan inovasi teknologi sebagai pilar utama pengembangan institusi.

Deskripsi Sistem SIPRAS-AI dan Fitur Unggulan

SIPRAS-AI merupakan platform terintegrasi yang menggabungkan web application dan mobile application dalam satu ekosistem digital. Sistem ini dirancang dengan arsitektur berbasis cloud computing untuk memastikan aksesibilitas tinggi dan data security yang optimal.

Fitur-fitur utama yang dimiliki SIPRAS-AI mencakup: (1) Dashboard Analytics Real-time yang menampilkan status semua ruangan dan aset sarana prasarana secara dinamis; (2) Predictive Maintenance menggunakan algoritma machine learning untuk memprediksi kerusakan fasilitas sebelum terjadi; (3) Smart Room Allocation yang mengoptimalkan penggunaan ruang berdasarkan demand dan availability; (4) Inventory Management System terintegrasi dengan barcode scanning; dan (5) Mobile App untuk pelaporan dan monitoring on-the-spot.

Mahasiswa S2 Program Studi Manajemen Pendidikan, Siti Nurhaliza, yang terlibat sebagai research assistant dalam aspek business process analysis, menjelaskan bagaimana AI bekerja dalam sistem ini. “Algoritma machine learning kami trained menggunakan data historis lima tahun terakhir tentang maintenance history, penggunaan ruangan, dan seasonality patterns. Sistem dapat mempelajari pola dan memberikan rekomendasi yang semakin akurat seiring waktu,” papar Siti sambil menunjukkan dashboard SIPRAS-AI di layar monitor besar.

Keunggulan teknis lainnya adalah integrasi dengan Internet of Things (IoT) melalui sensor pintar yang dipasang di berbagai lokasi strategis. Sensor ini dapat mendeteksi suhu ruangan, kelembaban, kerusakan pintu otomatis, dan ketersediaan cahaya dengan presisi tinggi. Data dari sensor ini secara otomatis masuk ke sistem untuk dianalisis dan menghasilkan rekomendasi action plan.

Proses Penelitian dan Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu

Proses pengembangan SIPRAS-AI melibatkan kolaborasi intensif antara berbagai stakeholder. Dari sisi akademik, terlibat tiga program studi yakni Teknik Informatika, Manajemen, dan Teknik Sipil. Keterlibatan multi-disiplin ini memastikan bahwa solusi yang dihasilkan tidak hanya dari perspektif teknologi semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek manajemen operasional dan sustainability engineering.

“Kami mengadakan 32 kali focus group discussion dengan pengguna potensial sistem ini, termasuk staff Unit Sarana dan Prasarana, security, cleaning service, dan pengguna ruangan seperti dosen dan mahasiswa. Feedback dari mereka sangat berharga dalam iterasi pengembangan produk,” kata Dr. Hendra Wijaya.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah design research dengan pendekatan agile development. Tim melakukan sprint planning setiap dua minggu, testing berkelanjutan, dan user acceptance testing sebelum launching resmi. Total investasi penelitian ini mencapai 450 juta rupiah, yang didanai melalui program hibah internal universitas dan kolaborasi dengan industry partner.

Salah satu mahasiswa program sarjana yang terlibat dalam project ini, Muhammad Rizki Pratama dari Program Studi Teknik Informatika (angkatan 2022), menceritakan pengalamannya. “Awalnya, saya kira ini hanya project academic semata. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa research ini memiliki impact nyata pada operasional kampus tempat saya belajar. Ini adalah pengalaman berharga tentang bagaimana teknologi dapat mengatasi masalah real-world,” ungkapnya dengan antusias saat ditemui di laboratorium kampus.

Implementasi dan Dampak Langsung pada Operasional Kampus

Sejak Januari 2026, SIPRAS-AI telah diimplementasikan dalam fase pilot testing di 20 ruangan strategis di Universitas Muhammadiyah Kendari. Hasil dari fase pilot ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai metrik operasional.

Waktu respons perbaikan fasilitas yang sebelumnya rata-rata 48 jam berhasil dikurangi menjadi 18 jam. Efisiensi penggunaan ruangan meningkat 34 persen karena double-booking dapat dihindari dengan sistem pencegahan otomatis. Biaya pemeliharaan tahunan diperkirakan dapat diturunkan 22 persen melalui predictive maintenance yang mencegah kerusakan escalation.

Direktur Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Saiful Anwar, M.Pd., dalam pidatonya saat peluncuran resmi penelitian ini menyatakan kebanggaannya. “Penelitian SIPRAS-AI membuktikan bahwa universitas kami tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen inovasi. Ini sejalan dengan misi kami untuk berkontribusi nyata kepada kemajuan masyarakat dan industri di era digital. Kami akan terus mendukung penelitian-penelitian sejenis yang menghasilkan solusi praktis dan berdampak ekonomi,” ujar Prof. Saiful.

Sustainability juga menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan SIPRAS-AI. Sistem ini dilengkapi dengan fitur monitoring konsumsi energi dan air yang membantu kampus mencapai target carbon footprint reduction. Laporan awal menunjukkan potensi penghematan energi sebesar 15 persen setelah implementasi penuh.

Rencana Pengembangan dan Skalabilitas Sistem

Tim penelitian telah merencanakan pengembangan lanjutan untuk SIPRAS-AI dengan roadmap yang jelas. Fase kedua implementasi akan mencakup seluruh 50 ruangan di kampus pada kuartal ketiga 2026. Sementara itu, tim juga sedang mengeksplorasi kemungkinan komersial dari sistem ini.

“Kami percaya bahwa solusi seperti SIPRAS-AI dapat diterapkan di institusi pendidikan lain, bahkan pada organisasi yang memiliki infrastruktur kompleks seperti rumah sakit atau mal. Kami sedang mempersiapkan dokumentasi dan licensing model yang memungkinkan transfer teknologi ini kepada pihak ketiga,” jelas Dr. Hendra Wijaya.

Penelitian ini juga telah menghasilkan tiga publikasi internasional yang telah diterima di conference technology dan innovation management bergengsi. Tim juga sedang menyelesaikan proses aplikasi paten untuk beberapa komponen algorithm yang unik dari SIPRAS-AI.

Peran Akademik dan Pembelajaran Mahasiswa

Selain menghasilkan produk teknologi yang implementatif, penelitian SIPRAS-AI juga menjadi sarana pembelajaran luar biasa bagi mahasiswa yang terlibat. Hingga saat ini, 23 mahasiswa dari berbagai program studi telah terlibat dalam penelitian ini, baik sebagai research assistant, developer, maupun analyst.

Nilai pedagogis yang didapatkan mahasiswa jauh melampaui pembelajaran di kelas. Mereka belajar tentang project management, stakeholder engagement, agile methodology, dan berhadapan langsung dengan kompleksitas implementasi teknologi di dunia nyata. Beberapa mahasiswa bahkan telah menulis proposal skripsi dan tesis mereka berdasarkan insight yang diperoleh dari penelitian ini.

“Kami ingin kampus menjadi laboratory untuk inovasi yang bermanfaat. Mahasiswa tidak hanya menjadi passive learner, tetapi active contributor dalam menciptakan solusi real,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Moh. Yusuf Amin, S.T., M.Sc., dalam pertemuan dengan tim peneliti.

Perspektif ke Depan dan Kesimpulan

Keberhasilan SIPRAS-AI menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengakselerasi ekosistem inovasi kampus. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan dukungan institutional yang tepat, kolaborasi lintas disiplin, dan fokus pada problem-solving yang relevan, institusi pendidikan dapat menghasilkan inovasi bermakna.

Tantangan ke depan terletak pada scaling-up sistem, memastikan sustainability dalam jangka panjang, dan membuka akses yang lebih luas bagi peneliti lain untuk berkontribusi dalam pengembangan lebih lanjut. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan komitmen dengan mengalokasikan dana tambahan sebesar 300 juta rupiah untuk tahun 2026 dalam mendukung research ecosystem yang lebih inklusif dan produktif.

Pada akhirnya, SIPRAS-AI lebih dari sekadar sistem manajemen fasilitas. Ini adalah manifestasi dari transformasi digital yang autentik, yang berasal dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan lokal dan dikembangkan melalui proses kolaboratif yang melibatkan semua stakeholder. Penelitian ini menegaskan bahwa universitas di Indonesia, termasuk Universitas Muhammadiyah Kendari, memiliki potensi besar untuk menjadi engine of innovation yang tidak hanya menguntungkan institusinya sendiri, tetapi juga memberikan spillover effect positif bagi industri dan masyarakat luas.

Dengan momentum yang telah tercipta melalui kesuksesan SIPRAS-AI, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus melanjutkan investasi dalam penelitian yang menggabungkan rigor akademis dengan aplikabilitas praktis, sesuai dengan misi kuat universitas untuk menjadi institusi pengetahuan yang memberdayakan masyarakat.

[Artikel selesai – 1.847 kata]

More From Author

Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Program Peningkatan Fasilitas Akademik untuk Mendukung Proses Pembelajaran 2026

Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Program Beasiswa Komprehensif, Targetkan 500 Mahasiswa dalam Tahun Akademik 2026/2027

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *