KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Sarana dan Prasarana resmi meluncurkan program peningkatan fasilitas akademik terpadu pada Rabu, 16 April 2026. Inisiatif strategis ini dirancang untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pembelajaran dan mendukung kelancaran proses perkuliahan di seluruh lingkungan kampus yang terletak di pusat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Program yang diberi nama “Gerakan Modernisasi Sarana Pembelajaran 2026” ini merupakan komitmen konkret universitas dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi era digital. Dengan mengalokasikan dana substansial dan melibatkan seluruh stakeholder kampus, inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem akademik yang lebih kondusif bagi mahasiswa dan dosen.
Melalui konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung Rektorat, Universitas Muhammadiyah Kendari menjabarkan rencana komprehensif yang mencakup renovasi ruang kuliah, pengadaan perangkat teknologi pembelajaran, peningkatan fasilitas perpustakaan digital, serta perbaikan sarana pendukung akademik lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari roadmap pengembangan institusi yang telah disusun untuk lima tahun ke depan.
Latar Belakang Program dan Urgensi Peningkatan Infrastruktur
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak tahun 1982, terus berkembang dengan peningkatan jumlah mahasiswa dan program studi yang semakin beragam. Saat ini, kampus ini mengelola lebih dari 6.000 mahasiswa aktif yang tersebar di berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, hingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Seiring dengan pertumbuhan institusi, Unit Sarana dan Prasarana mengidentifikasi beberapa tantangan signifikan yang mempengaruhi kualitas pembelajaran. Beberapa ruang kuliah menunjukkan tanda-tanda keausan, sistem pendingin udara yang tidak optimal, dan infrastruktur teknologi informasi yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran hybrid yang menjadi kebutuhan era pasca-pandemi.
“Kami telah melakukan survei menyeluruh terhadap seluruh fasilitas akademik selama enam bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa investasi dalam peningkatan sarana dan prasarana bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan Universitas Muhammadiyah Kendari tetap kompetitif,” ujar Ir. Rifa’i Kasim, M.T., Kepala Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam acara peluncuran program tersebut.
Lebih lanjut, Ir. Rifa’i menjelaskan bahwa program ini juga merespons masukan langsung dari mahasiswa dan dosen yang kerap mengalami kendala teknis dalam menjalankan proses pembelajaran. Fasilitas yang terbatas, konektivitas internet yang tidak merata di beberapa lokasi, dan ruang belajar yang kurang memadai menjadi beberapa keluhan yang sering disampaikan.
Komponen Utama Program Modernisasi Sarana Pembelajaran
Program “Gerakan Modernisasi Sarana Pembelajaran 2026” terdiri dari lima komponen utama yang akan diimplementasikan secara bertahap sepanjang tahun akademik 2026/2027.
Pertama, renovasi dan pembaruan ruang kuliah mencakup 15 ruang kelas di Gedung Akademik A dan B. Setiap ruang akan dilengkapi dengan sistem proyeksi interaktif terkini, sistem audio yang memadai, pencahayaan LED hemat energi, serta kursi dan meja yang ergonomis. Renovasi ini juga mempertimbangkan aspek aksesibilitas bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
Kedua, pengadaan perangkat pembelajaran digital meliputi 50 unit laptop untuk keperluan praktikum, 10 unit smart board generasi terbaru, serta 100 tablet pembelajaran yang akan didistribusikan ke berbagai laboratorium dan ruang belajar mandiri. Investasi dalam teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pembelajaran interaktif.
Ketiga, peningkatan fasilitas perpustakaan dengan digitalisasi koleksi buku fisik dan pengembangan platform perpustakaan digital yang dapat diakses 24/7 oleh seluruh civitas akademika. Program ini juga mencakup penambahan area belajar dengan konsep modern dan nyaman, lengkap dengan fasilitas wifi berkecepatan tinggi.
Keempat, pemerbaikan infrastruktur jaringan dan sistem kelistrikan. Universitas akan meningkatkan kapasitas server, memperluas jangkauan jaringan wifi ke seluruh sudut kampus, serta melakukan audit dan peningkatan sistem kelistrikan untuk mendukung operasional perangkat-perangkat modern.
Kelima, pengembangan fasilitas pendukung akademik termasuk pembangunan area diskusi informal di berbagai lokasi strategis, perbaikan toilet dan area higienis, serta penciptaan ruang kesehatan mental mahasiswa yang didukung oleh tenaga profesional bersertifikat.
Investasi dan Mekanisme Pendanaan
Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana sebesar Rp 4,8 miliar untuk fase pertama program ini. Dana berasal dari beberapa sumber termasuk dana operasional universitas, kontribusi dari yayasan pengelola, serta kerjasama dengan berbagai mitra strategis lokal dan nasional.
Dr. H. Syamsul Alam Amir, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menegaskan komitmen institusi dalam menjalankan program ini secara profesional dan transparan. “Setiap rupiah yang diinvestasikan akan dikelola dengan akuntabilitas penuh. Kami juga mengundang seluruh mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi program ini,” ujar Rektor dalam kesempatan yang sama.
Direktur Keuangan Universitas, Drs. H. Mursyid Harun, M.Acc., menambahkan bahwa mekanisme pengadaan akan mengikuti standar transparansi dan kompetisi terbuka. “Kami akan melibatkan vendor-vendor terpercaya dengan track record yang terbukti baik. Setiap pembelian akan melalui proses verifikasi kualitas yang ketat,” jelasnya.
Perspektif Mahasiswa dan Dosen
Respon positif datang dari kalangan mahasiswa dan dosen yang telah diminta memberikan masukan. Sinta Pramestya, mahasiswa semester VI Program Studi Teknik Informatika, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program peningkatan fasilitas ini. “Sebagai mahasiswa bidang teknologi informasi, saya sangat berharap bahwa peningkatan infrastruktur jaringan dan perangkat pembelajaran akan memperkuat kapabilitas kami dalam belajar dan berkolaborasi. Laboratorium komputer kami memang perlu pembaruan yang signifikan,” katanya.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Muslich, S.H., M.Hum., dosen senior di Fakultas Hukum, menyampaikan harapannya agar peningkatan sarana juga diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran metodologi. “Fasilitas yang baik adalah fondasi, namun metode pengajarannya juga perlu terus dikembangkan. Saya berharap ada program pelatihan bagi dosen dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran baru,” ujarnya.
Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Secara jangka pendek, program ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan civitas akademika terhadap kualitas fasilitas kampus, mengurangi kendala teknis dalam proses pembelajaran, dan meningkatkan daya saing Universitas Muhammadiyah Kendari dalam pemeringkatan institusi pendidikan nasional.
Jangka panjangnya, peningkatan infrastruktur akademik diproyeksikan akan berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik mahasiswa, peningkatan persentase lulusan yang terserap di dunia kerja, serta peningkatan reputasi universitas di tingkat regional dan nasional. Program ini juga sejalan dengan target Universitas Muhammadiyah Kendari untuk masuk dalam kategori universitas digital terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara dalam lima tahun ke depan.
Kepala Unit Sarana dan Prasarana juga menekankan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia. “Ketika mahasiswa belajar di lingkungan yang mendukung, dengan fasilitas memadai dan teknologi terkini, mereka akan lebih fokus dan termotivasi. Ini akan berdampak pada kualitas lulusan kami dan kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah dan nasional,” tutur Ir. Rifa’i.
Jadwal Implementasi dan Tantangan yang Dihadapi
Implementasi program akan dibagi dalam beberapa fase. Fase pertama, yang berlangsung dari April hingga Juni 2026, fokus pada perencanaan detail dan pengadaan. Fase kedua, Juli hingga September 2026, akan melihat dimulainya renovasi ruang kuliah dan pengadaan perangkat keras. Fase ketiga, Oktober 2026 hingga Februari 2027, akan menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan fisik dan implementasi sistem digital.
Meskipun program ini ambisius, Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengakui beberapa tantangan yang mungkin dihadapi. Fluktuasi harga material, keterbatasan slot pekerjaan renovasi dengan jadwal akademik, dan kebutuhan akan koordinasi yang ketat dengan berbagai unit kerja merupakan beberapa tantangan yang telah diidentifikasi.
Namun, Tim Koordinasi Program yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ambo Upe, S.Sos., M.Si., telah menyiapkan contingency plan untuk mengantisipasi berbagai skenario. “Kami telah belajar dari berbagai proyek serupa di universitas lain. Koordinasi yang kuat, komunikasi yang transparan, dan fleksibilitas dalam implementasi akan menjadi kunci kesuksesan program ini,” papar Dr. Ambo.
Penutup
Peluncuran “Gerakan Modernisasi Sarana Pembelajaran 2026” oleh Universitas Muhammadiyah Kendari menandai era baru dalam komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Program komprehensif ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik infrastruktur, namun juga pada penciptaan ekosistem pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, kesiapan Unit Sarana dan Prasarana, dan antusiasme civitas akademika, program ini memiliki prospek yang cerah untuk berhasil. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen bahwa dalam dua tahun ke depan, semua fasilitas akademik akan mengalami peningkatan signifikan yang terukur.
Para stakeholder universitas yakin bahwa investasi dalam sarana dan prasarana ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan institusi dan peningkatan kualitas lulusan yang siap berkontribusi aktif di masyarakat dan dunia kerja.
Universitas Muhammadiyah Kendari mengundang seluruh civitas akademika, alumni, dan mitra strategis untuk senantiasa mendukung dan mengawasi implementasi program ini secara konstruktif demi terwujudnya visi menjadi universitas pilihan utama dengan standar akademik dan fasilitas kelas dunia di Sulawesi Tenggara.