Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Kali ini, dukungan khusus datang dari Unit Sarana dan Prasarana kampus yang secara strategis mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk memastikan keberlanjutan program-program sosial dan pengabdian ini berlangsung lebih efektif di berbagai desa binaan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN dan pengabdian masyarakat tahun ini—yang dirancang untuk dilaksanakan pada periode April hingga Juli 2026—mendapat dukungan penuh dari divisi internal kampus yang bertanggung jawab atas manajemen sarana dan prasarana. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya Unismuh Kendari untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan program pemberdayaan komunitas yang telah menjadi bagian integral dari misi pendidikan universitas.
Latar Belakang dan Konteks Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah lama menjalankan program KKN dan pengabdian masyarakat sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan ribuan mahasiswa setiap tahunnya untuk terjun langsung ke masyarakat, memberikan pendampingan, pelatihan, dan solusi konkret terhadap permasalahan sosial-ekonomi yang dihadapi komunitas lokal.
Namun, tantangan logistik dan keterbatasan infrastruktur pendukung seringkali menghambat optimalitas pelaksanaan program. Oleh karena itu, pada tahun akademik 2025-2026 ini, Unit Sarana dan Prasarana Unismuh Kendari mengambil inisiatif komprehensif untuk memastikan bahwa setiap aspek teknis dan operasional program KKN dan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar.
“Kami memahami bahwa kesuksesan program pengabdian masyarakat tidak hanya ditentukan oleh dedikasi mahasiswa dan dosen pembimbing, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur yang mendukung. Oleh karena itu, Unit Sarana dan Prasarana berkomitmen untuk menjadi tulang punggung operasional program-program ini,” ujar Budi Hartono, Kepala Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Selasa, 10 April 2026, di ruang kerjanya yang bersejajar dengan gedung rektorat kampus.
Inisiatif Strategis Unit Sarana dan Prasarana
Dalam upaya konkretisasi komitmen tersebut, Unit Sarana dan Prasarana Unismuh Kendari telah merancang dan mengimplementasikan beberapa program strategis. Pertama, penguatan logistik dan transportasi. Unit ini telah memastikan ketersediaan kendaraan operasional yang memadai untuk mendukung mobilitas mahasiswa KKN ke desa-desa binaan di Kabupaten Kendari, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Konawe.
“Kami telah melakukan pemeliharaan intensif terhadap armada kendaraan dan menambah unit transportasi sehingga dapat mengakomodasi seluruh mahasiswa peserta KKN. Setiap kelompok KKN akan didukung oleh setidaknya satu unit kendaraan yang siap operasional selama periode penempatan mereka,” jelas Hartono sambil menunjukkan data inventaris terbaru.
Kedua, persiapan fasilitas pendukung di lapangan. Unit Sarana dan Prasarana telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kepala adat di masing-masing lokasi penempatan untuk memastikan ketersediaan ruang kerja, tempat tinggal yang layak, dan akses sanitasi bagi mahasiswa KKN. Tim inspeksi telah melakukan survei ke 15 desa binaan untuk memverifikasi kesiapan infrastruktur lokal.
“Kami tidak bisa mengirim mahasiswa ke lokasi yang tidak siap menerima mereka. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan bahwa setiap aspek kenyamanan dan keamanan mahasiswa terpenuhi,” tutur Hartono dengan nada yang penuh tanggung jawab.
Ketiga, penyediaan peralatan dan teknologi pendukung. Divisi ini telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penyediaan peralatan pembelajaran dan teknologi komunikasi yang memungkinkan mahasiswa tetap terhubung dengan dosen pembimbing dan universitas selama berada di lapangan.
Koordinasi dengan Unit Akademik dan Dinas Pendidikan
Kesuksesan inisiatif ini juga bergantung pada koordinasi erat dengan unit-unit akademik lain di kampus. Kaprodi Teknik Sipil, Dr. Siti Nurhaliza, M.T., mengapresiasi peran Unit Sarana dan Prasarana dalam mendukung program KKN tematik yang fokus pada pembangunan infrastruktur dasar di desa-desa tertinggal.
“Program KKN tematik kami tahun ini akan melibatkan mahasiswa untuk merancang dan membantu mengimplementasikan sistem penyediaan air bersih, perbaikan jalan, dan pengolahan limbah di lima desa pilihan. Dukungan logistik dan infrastruktur dari Unit Sarana dan Prasarana sangat krusial untuk kesuksesan program ini,” ungkap Nurhaliza saat diminta memberikan komentar mengenai pelaksanaan KKN 2026.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, H. Muhammad Arfah, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi atas inisiatif Unismuh Kendari. “Kolaborasi antara kampus dan dinas pendidikan lokal sangat penting dalam memaksimalkan dampak program pengabdian masyarakat. Kami mendukung penuh setiap upaya universitas untuk memberdayakan masyarakat melalui program KKN dan pengabdian,” katanya dalam surat resmi yang dikirimkan kepada rektorat Unismuh Kendari.
Fokus Program Pengabdian Masyarakat 2026
Secara substansial, program pengabdian masyarakat Unismuh Kendari tahun 2026 mengedepankan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lokal.” Program ini dirancang dengan melibatkan berbagai program studi, mulai dari Ilmu Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Teknik Sipil, Manajemen Bisnis, hingga Ilmu Komunikasi.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Hendra Gunawan, M.Pd., menjelaskan bahwa program pendidikan yang menjadi fokus tahun ini mencakup pelatihan guru-guru di sekolah dasar tentang metodologi pembelajaran inovatif, sosialisasi literasi digital bagi orang tua siswa, dan pengembangan perpustakaan desa yang lebih interaktif.
“Mahasiswa kami akan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberdayakan guru dan masyarakat untuk terus berinovasi dalam pendidikan. Dengan infrastruktur yang dipersiapkan Unit Sarana dan Prasarana, kami yakin program ini akan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang,” jelasnya dengan optimis.
Sementara itu, program kesehatan masyarakat yang dipimpin oleh Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat, drh. Ani Wijaya, M.Kes., akan fokus pada vaksinasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan edukasi pola hidup sehat di tiga kecamatan dengan akses kesehatan yang masih terbatas.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Dari perspektif dampak sosial, program-program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah binaan. Hingga saat ini, Unismuh Kendari telah mencatat peningkatan signifikan dalam tingkat keterlibatan masyarakat dalam program pengabdian, dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai rata-rata 8,2 dari skala 10 dalam survei kepuasan tahun lalu.
Budi Hartono mengungkapkan bahwa investasi dalam infrastruktur pendukung ini juga memiliki implikasi jangka panjang. “Dengan infrastruktur yang solid, kami dapat membangun ekosistem pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya belajar memberikan manfaat, tetapi juga dapat mengukur dampak kerja mereka dengan lebih terukur,” tambahnya.
Dari sisi mahasiswa, partisipasi dalam KKN yang didukung oleh infrastruktur yang memadai juga meningkatkan kualitas pembelajaran. Mahasiswa semester akhir dari Program Studi Manajemen Bisnis, Citra Dewi, berbagi pengalaman positifnya dari KKN tahun lalu dan optimisme untuk tahun ini. “Dengan persiapan infrastruktur yang matang, kami bisa fokus pada substansi program daripada mengurus logistik yang rumit. Ini memungkinkan kami untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan solusi kepada masyarakat,” katanya.
Penutup
Inisiatif Unit Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendukung program KKN dan pengabdian masyarakat mencerminkan komitmen institusi terhadap pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan. Dengan persiapan infrastruktur yang matang, koordinasi lintas unit yang kuat, dan fokus pada keberlanjutan program, Unismuh Kendari siap memasuki fase baru dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pencapaian ini juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain tentang pentingnya dukungan administratif dan infrastruktur dalam kesuksesan program pengabdian masyarakat. Sebagaimana dikatakan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Jamaluddin, M.Si., dalam kesempatan berbeda, “Universitas adalah agent of change bagi masyarakat. Tanpa infrastruktur yang mendukung, misi itu tidak dapat terwujud sepenuhnya.”
Dengan semangat ini, Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Sarana dan Prasarana yang responsive dan Unit Akademik yang visioner, siap melanjutkan perjalanan pengabdian masyarakat yang lebih berdampak dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Program KKN dan pengabdian masyarakat tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat, serta memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan daerah Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus
Tanggal: 10 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara